8 Produk Pertanian Terbesar di Dunia

8 Produk Pertanian Terbesar di Dunia

1. Tebu – 4,6 Miliar Ton
Tebu merupakan produk pertanian terbesar di dunia berdasarkan volume, dengan produksi terpusat di wilayah tropis dan subtropis. Brasil, India, dan Thailand memimpin dunia dalam budidaya tebu, menyediakan bahan baku untuk gula, etanol, dan biofuel.

Batang tebu yang menjulang tinggi dapat mencapai ketinggian 20 kaki, menjadikannya tanaman yang dominan di lanskap. Kisah-kisah tentang peran tebu dalam ekonomi global bermula dari era kolonial ketika tebu menjadi komoditas utama dalam perdagangan segitiga. Saat ini, tebu tetap penting bagi industri makanan dan energi terbarukan.

2. Jagung – 1,2 Miliar Ton
Jagung merupakan salah satu tanaman yang paling serbaguna, digunakan untuk makanan, pakan, dan aplikasi industri. Amerika Serikat mendominasi produksi jagung, menyumbang hampir 40% dari total produksi global, diikuti oleh Cina dan Brasil.

Ladang jagung membentang di jutaan hektar, terutama di Midwest AS. Sejarah jagung sudah ada sejak ribuan tahun lalu, berasal dari teosinte liar di Mesoamerika. Hibrida modern, yang dikembangkan melalui inovasi ilmiah, telah menjadikan jagung sebagai tanaman pokok di seluruh dunia.

3: Sapi (Produksi Daging Sapi dan Susu) – 1 Miliar Ekor
Peternakan sapi, yang mendukung industri daging sapi dan susu, merupakan landasan pertanian global. Amerika Serikat, Brasil, dan India merupakan pemimpin dalam populasi sapi.

Sapi telah menjadi bagian penting dalam sejarah manusia, dari masyarakat penggembala kuno hingga peternakan modern. Anekdot tentang budaya koboi di Amerika dan status sakral sapi di India menyoroti hubungan yang beragam antara manusia dan sapi.

#4: Susu – 840 Juta Ton
Susu, baik sebagai produk mentah maupun olahan, merupakan landasan industri susu. India memimpin produksi susu global, diikuti oleh Amerika Serikat dan Cina.

Peternakan sapi perah berkisar dari usaha keluarga kecil hingga fasilitas industri berskala besar yang menampung ribuan sapi. Keanekaragaman susu mencakup berbagai produk, termasuk keju, yogurt, dan mentega, yang masing-masing memiliki sejarah dan makna budaya yang kaya.

5. Gandum – 770 Juta Ton
Gandum merupakan tanaman pokok dalam sejarah manusia, yang dimulai sejak revolusi pertanian pertama di Mesopotamia. Kini, gandum ditanam di setiap benua kecuali Antartika, dengan Rusia, Cina, dan India sebagai produsen utamanya.

Ladang gandum, yang ditandai dengan tangkai emas yang bergoyang tertiup angin, melambangkan kelimpahan dan makanan. Kisah-kisah tentang dampak gandum terhadap peradaban berkisar dari pembuatan roti Mesir kuno hingga perannya dalam Revolusi Hijau, yang mencegah krisis pangan global.

6. Beras – 750 Juta Ton
Beras merupakan makanan pokok bagi lebih dari separuh populasi dunia, terutama di Asia. Produsen utama beras adalah Cina, India, dan Indonesia, dengan sebagian besar beras ditanam di sawah.

Budidaya padi memerlukan irigasi dan perawatan yang cermat, sering kali melibatkan sawah terasering di daerah perbukitan. Kisah-kisah tentang makna budayanya sangat kaya, mulai dari upacara minum teh Jepang yang menggunakan manisan berbahan dasar beras hingga festival panen India yang merayakan panen yang melimpah.

7. Kacang Kedelai – 370 Juta Ton
Kacang kedelai merupakan tanaman yang sangat penting, digunakan untuk makanan, pakan ternak, dan aplikasi industri. Amerika Serikat, Brasil, dan Argentina mendominasi produksi global.

Kacang kedelai dipuji karena kandungan protein dan kemampuan adaptasinya, yang menjadi dasar produk seperti tahu, susu kedelai, dan biodiesel. Kisah-kisah tentang peran kacang kedelai dalam perang dagang dan perdebatan lingkungan menyoroti pentingnya kacang kedelai secara global.

8. Kentang – 370 Juta Ton
Kentang merupakan salah satu tanaman umbi-umbian yang paling banyak ditanam di dunia, tumbuh subur di berbagai iklim. Cina, India, dan Rusia merupakan negara penghasil kentang terbesar.

Kentang yang sederhana telah membentuk kuliner dan budaya di seluruh dunia, mulai dari semur Irlandia hingga chuño Amerika Selatan. Anekdot tentang masa paceklik kentang di Irlandia pada abad ke-19 dan kebangkitannya kembali sebagai makanan pokok global menggarisbawahi dampak historisnya.

You May Also Like

About the Author: Foamfancy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *